Langsung ke konten utama

Kekuatan Doa Itu Beneran Nyata



Inget postingan gue beberapa hari yang lalu? Segala kekacauan waktu itu bener-bener bikin gue parno. Gue yakin kalo proyek TIK itu gak berhasil dan gak bagus. Tapi sesuai sama judul di atas, PUJI TUHAN banget, ALHAMDULLILAH, gue dan kelompok gue berhasil ngelakuinnya. 

Jujur, tiap malem gue mikirin nih tugas. Gimana mau nemu satu titik yang bisa merangkul semua anggota nih?
Gue Katolik. Tiap Minggu pagi gue selalu dateng ke Gereja, ngikutin Misa. Selain memenuhi kewajiban plus memuliakan Tuhan di sana, gue juga menyempatkan diri buat berdoa untuk ujud gue sendiri. Entah itu tugas, orang terdekat yang lagi susah, untuk orang tua, temen-temen, pokoknya berbagai macam hal atau orang yang gue anggap lagi penting banget.

Hari Minggu yang lalu gue sempatkan untuk doain ini tugas. “Semoga segala kegiatan yang aku lakukan ke depan berkenan di hadapMu. Lancarkan segala aktivitas itu dan berkatilah aku selalu agar dapat melewatinya. Berikan pula Roh KudusMu dalam diriku agar dapat memimpin kelompok yang aku kelola.” Gitulah sekilas doa gue.

Hari Seninnya proses syuting dimulai. Gue teringat tentang tulisan gue sebelumnya dan akan doa gue itu. Dengan niat baik, gue menganjurkan ke kelompok agar berdoa dulu menurut agama masing-masing~
Tiga hari, dimulai dari Senin-Rabu, proses syuting dan editing dilakukan. Berkat kerja keras semua anggota (baca: temen-temen), semua lancaaaaaar banget! Emang di sana-sini masih ada kendala kecil yang bikin agak tersendat. Namun Puji Tuhan, kendala itu tak membuat proses syuting terhambat.

***

Itu baru satu contoh kekuatan doa yang bener-bener gue rasakan dampaknya. Sebenernya, masih banyak karunia dan berkat Tuhan yang tanpa disadari, kita peroleh tanpa doa. Hidup, bernafas, tidak cacat dan masih bisa beraktivitas merupakan contoh karunia Tuhan yang kadang gak kita syukuri.

Doa gak hanya buat minta, minta, dan minta. Doa juga jadi cara buat bersyukur sama Tuhan. Dengan berbagai cara lo mengungkapkannya. Shalawat, Takbir, nyanyi Puji-Pujian, berderma, ikut Ekaristi dan masih banyak lagi cara-cara bersyukur dan mengagungkan Tuhan. Selain itu, doa juga jadi sarana komunikasi denganNya.

***

Ya intinya sih, gue lagi semangat-semangat banget dalam hal apa aja yang gue lakuin. Kenapa? Ya karena doa itu. Mungkin dari segi psikologi ada juga. Jadi (kalo kata gue) doa atau kata-kata atau apapun yang kita ucapin, tertanam dalam alam bawah sadar kita. *Ciaaeelaah~ lol

Gue doa supaya semangat, jadi semangat. Elu ngomong gue pinter, jadi pinter. Kalo diurutin sih, Ucapan ==> Doa <== Sugesti. Penjelasannya gini. Ada pepatah bilang kalo Ucapan adalah doa kan? Dan emang bener, ucapan orang-orang ke kita adalah doa yang mereka gak sadar. Dan kalo sudah begitu, sugesti alam bawah sadar kita juga ingin kita seperti itu. Caranya? Kita doa, memohon sama Tuhan. 

Mau bukti lain yang nunjukin kekuatan doa itu beneran nyata??!
 
Di hari Minggu itu juga, gue sempetin doa buat kisah cinta gue. *lol* Inti doa itu sih, gue minta petunjuk sama Tuhan tentang nih orang. “Ya kalau Engkau mengijinkan, dekatkanlah. Tapi kalo Kau tak mau aku bersamanya, jauhkanlah”. Trus gue juga mohon, “Kuatkan hatiku agar kehendakMu itu dapat diterima oleh akal sehat dan hatiku juga.”

Dan ternyata, perlahan tapi pasti, doa itu terkabul dan tampaaaak nyata! *jelasin, rip! ceritain* Kagak usah gue ceritain. Gue sih sama sekali gak nyesel doa kayak gitu. Justru bagus. Dengan begitu, usaha kita dan usaha Tuhan nyambung.

Final Quote: Kadang, apa yang sudah direncanakan manusia tidak semua atau bahkan tidak direstui untuk dikabulkan Tuhan. Maka dari itu, berdoalah. Jadikan doa media komunikasi dan teman Terbesarmu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarkom-Jarkoman (bag. 1)

Pekerjaan paling ribet untuk gue saat ini adalah ketika gue harus kasih kabar ke temen-temen sekelas kalo ada info penting, yang terkadang mendadak juga. Let’s say it with “JARKOM”. Awal-awal jadi ketua kelas, gue bingung istilah untuk frase “kasih tau yang lain yaa ;)” itu apa. Dan ketemulah gue dengan kata ini ==> JARKOM. JARKOM alias JARingan KOMunikasi(?) inilah awal hidup gue yang baru. *lho koq baru geh?* (geh=aksen orang Serang, artinya kayak sih atau masa , tergantung konteks). Kenapa jadi bahas geh-geh’an geh(?) Dari jarkom-jarkoman ini, gue ngerti bahwa manusia di dunia ini berbeda-beda dan unik. Gak usah dunia deh, sepropinsi aja udah beda-beda. Gue lahir dan tinggal di Kota Tangerang. Walau nih kota masuk propinsi Banten, tapi masalah budaya cenderung mirip Betawi. Gue gak bilang kalo Tangerang itu bagian suku Betawi atau Sunda atau Banten atau Amerika *plaak* tapi kalo diliat-liat ya emang beda sama kota/kabupaten lain di Banten. Itulah sebabnya, gue ...

Indah Pada Waktunya (bag.1)

*Cerita fiksi, tapi ada kesamaan nama dan peristiwa yg gue sengaja. Terinspirasi dari kehidupan gue. Indah Pada Waktunya Minggu, 23 Desember 2012 Hari ini 23 Desember 2012. Seperti biasa, aku pergi ke Gereja untuk mengikuti Misa, kata yang layak digunakan umat Katolik menyebut “ibadah”. Tepat di deretan bangku ketiga dari belakang, ia duduk. Ya, yang ku maksud adalah seorang wanita yang aku kagumi. Dialah alasan mengapa aku lebih dan selalu memilih pergi pada jam sembilan pagi. Cantik dengan senyum yang indah dan selalu datang sendiri. Itulah yang menjadi “misteri” bagiku. Entahlah. Toh , aku ikut Misa karena Tuhan dan bukan dia. Deretan depan sampai tengah sudah terisi penuh. Maklum, itu adalah dua hari menjelang Natal. Jadi, orang lebih antusias datang. Ya sudah. Aku lalu duduk di deretan ketiga dari belakang dan kebetulan, duduk di samping kirinya. “Permisi,” kataku pelan. Ia hanya tersenyum padaku. Seketika, jadi salah tingkah karenanya. Kulanjutkan berdoa sebenta...

Another Stories (1)

Aduh Aing   *this text is inspired by one of my friend* Pernah suatu kali, dosen gue bilang kalo kita pusing gegara cuma mikirin tugas dan gak sesegera mungkin ngerjain itu. Ya. Gue ulang ya. CUMA DIPIKIR DOANG. Serajin-rajinnya seorang mahasiswa, gue rasa tugas gak akan berhenti mengalir deh. Terus ngalir kayak air kali bebas hambatan gitu(?) Entah ini terjadi di mahasiswa jurusan lain atau tidak ya, yang jelas, signature dari anak biologi di kampus gue tuh adalah ngerjain tugas dimanapun dan kapanpun. Seriously . Deket rektorat, di kosan temen, di rumah, sampai di kelas. Pagi, siang, sore, malem, dinihari, subuh, dan seterusnya. Kayak bagan alir rutinitas yang kayaknya begitu-begitu aja. Ini gak akan kami lakukan ketika UAS dan liburan UAS-nya ya. Ah, gak juga sih. Rerata, menjelang sampai setelah UAS masih ada tugas koq. -__- Seperti yang gue tulis setelah judul, postingan ini terinspirasi dari salah satu temen gue yang...nggg.... Apa ya gue bilangnya tuh?...