Langsung ke konten utama

Bangga dong Jadi INDONESIA-wan?!



Tujuhbelas Agustus tahun ’45, itulah hari kemerdekaan kita! Hari merdeka, nusa dan bangsa. Hari lahirnya bangsa INDONESIA, MERDEKA!! ^_^

Lirik lagu tadi bakalan lu denger beberapa hari ini. Tau kenapa? Yap! Sabtu, 17 Agustus nanti adalah HUT Indonesia yang ke-68. Usia yang kalo diibaratkan manusia, udah jompo sejompo-jomponya orang jompo. *lebay*

Well, kita boleh enak hidup di jaman yang serba canggih. Ditemenin berbagai gadget dan cepetnya sinyal Wi-Fi, kita seakan lupa kalo ada jasa para pahlawan baheula yang berjuang demi kemerdekaan negara kita ini. Paling banter, kita akan inget itu pas Mengheningkan Cipta kalo lagi upacara hari Senin doang. Bukannya mengheningkan cipta tapi mengheningkan kehidupan (baca:mati)~~ *amitamit..

Dulu, mungkin dari pertama kali penjajah dateng ke negara kita, rakyat daerah kita udah berjuang demi membela suku dan wilayah daerahnya. Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Tuanku Imam Bonjol berjuang di tanah Sumatera. Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Diponegoro berjuang di tanah Jawa. I Gusti Ngurah Rai, Pangeran Antasari, Kapitan Pattimura membela tanah airnya di Bali, Kalimantan, dan daerah Timur sana. Sedangkan gue? Gue masih berjuang memperebutkan hati lu yang lagi dijajah cowok lain. #eeaaa!! Hahaha

Mereka masih berjuang demi sukunya masing-masing. Tapi sejak ada Boedi Oetomo dan terlaksananya Sumpah Pemuda, masyarakat Indonesia udah mulai mengenal persatuan. Tanpa persatuan, susah bahkan gak mungkin ngelawan penjajah. Kayak mie ayam aja. Kalo mie-nya dimakan satu per satu, perut gak akan kenyang. LAMA!

Ngomongin Indonesia gak akan habisnya. Kayak kita pengen nguras air laut yang gak ada habisnya juga. Mau ngebahas apa? Nih gue kasih contoh hal yang buat lu, gue dan kita bangga sama Indonesia:

1. Kita adalah salah satu negara dengan wilayah paling luas. Bayangin aja. Kita punya lebih dari 17 ribu pulau! Dan salah satunya masuk Top Ten The Largest Islands in The World!

2. Punya tambang mineral dan rempah-rempah yang berlimpah di seluruh wilayahnya. Emas, perak, tembaga, dan masih banyak lagi. Juga lada, jinten, kapulaga, cengkeh dan yang lain yang jarang ditemuin di negara lain!

Itu baru dua. Masih baanyaaaak lagi yang kagak pengen gue tulis. Sayang, postingan ini membosankan... *hikshikshiks

Gue jadi inget pelajaran PKn. Tentang ideologi lebih tepatnya. “Salah satu fungsi ideologi, dalam hal ini Pancasila, adalah menjadikan manusia Indonesia seutuhnya dan mewujudkan masyarakat Indonesia seluruhnya.”

Biar jadi kayak gitu, gak melulu nyalahin pemerintah karena gak becus ngurusin negara ini tapi dari rakyatnya sendiri dong?! Caranya? Banyak! Dari hal sederhana aja. Belajar, ikut Pilkada dan Pemilu, dan hal-hal kecil yang positif membangun bangsa.

Pertanyaannya sekarang, “Apakah Anda semua bangga menjadi Indonesia?”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarkom-Jarkoman (bag. 1)

Pekerjaan paling ribet untuk gue saat ini adalah ketika gue harus kasih kabar ke temen-temen sekelas kalo ada info penting, yang terkadang mendadak juga. Let’s say it with “JARKOM”. Awal-awal jadi ketua kelas, gue bingung istilah untuk frase “kasih tau yang lain yaa ;)” itu apa. Dan ketemulah gue dengan kata ini ==> JARKOM. JARKOM alias JARingan KOMunikasi(?) inilah awal hidup gue yang baru. *lho koq baru geh?* (geh=aksen orang Serang, artinya kayak sih atau masa , tergantung konteks). Kenapa jadi bahas geh-geh’an geh(?) Dari jarkom-jarkoman ini, gue ngerti bahwa manusia di dunia ini berbeda-beda dan unik. Gak usah dunia deh, sepropinsi aja udah beda-beda. Gue lahir dan tinggal di Kota Tangerang. Walau nih kota masuk propinsi Banten, tapi masalah budaya cenderung mirip Betawi. Gue gak bilang kalo Tangerang itu bagian suku Betawi atau Sunda atau Banten atau Amerika *plaak* tapi kalo diliat-liat ya emang beda sama kota/kabupaten lain di Banten. Itulah sebabnya, gue ...

Indah Pada Waktunya (bag.1)

*Cerita fiksi, tapi ada kesamaan nama dan peristiwa yg gue sengaja. Terinspirasi dari kehidupan gue. Indah Pada Waktunya Minggu, 23 Desember 2012 Hari ini 23 Desember 2012. Seperti biasa, aku pergi ke Gereja untuk mengikuti Misa, kata yang layak digunakan umat Katolik menyebut “ibadah”. Tepat di deretan bangku ketiga dari belakang, ia duduk. Ya, yang ku maksud adalah seorang wanita yang aku kagumi. Dialah alasan mengapa aku lebih dan selalu memilih pergi pada jam sembilan pagi. Cantik dengan senyum yang indah dan selalu datang sendiri. Itulah yang menjadi “misteri” bagiku. Entahlah. Toh , aku ikut Misa karena Tuhan dan bukan dia. Deretan depan sampai tengah sudah terisi penuh. Maklum, itu adalah dua hari menjelang Natal. Jadi, orang lebih antusias datang. Ya sudah. Aku lalu duduk di deretan ketiga dari belakang dan kebetulan, duduk di samping kirinya. “Permisi,” kataku pelan. Ia hanya tersenyum padaku. Seketika, jadi salah tingkah karenanya. Kulanjutkan berdoa sebenta...

TERKUAK! INI ISI PIKIRAN COWO! BADAN KEKAR, HATI AMBYAR!! hiya hiya hiya (#CILOKeps3)

Beberapa minggu yang lalu, gue minta saran dari followers gue di instagram tentang postingan apa yang harus gue buat. Ternyata, kebanyakan yang ngerespon adalah akun-akun random yang gue ngga tau apakah itu akun asli atau bukan. Waalaikumsalam. Maaf, ana tidak follow ente ya kak. *emot senyum* Tapi, di antara sekian banyaknya akun random, ada juga kok yang beneran ngasih ide untuk tema postingan gue. Salah satunya adalah follower gue yang kebetulan juga adalah salah satu sahabat gue (yang gue anggep iya, ngga tau kalo doi wk). Hmm.. Ide bagus! Gue rasa, dia ini tertarik dengan bahasan cinta-cintaan yang baru gue rilis dua episode. Episode kedua , gue rasa, lebih relate ke dia deh. wkwk. Di satu sisi, postingan itu ada di urutan kedua top 3 postingan gue di 30 hari ke belakang. Urutan pertama adalah postingan gue nge-review Minum cUi punya Nex Carlos dan urutan ketiga adalah #PERMEN tentang Social Distancing . Urutan kedua setelah MinumCui woy! Postingan tentang Soc...