Langsung ke konten utama

#JAJAN DI TANGCITY DAN SEKITARNYA! (#JAJANbag3)

Sebagai kota besar, Tangerang punya beragam pilihan mall. Dari yang minimalis sampai yang maksimalis.

Satu dari mall tersebut adalah Tangcity Mall yang ada di Jalan Jend. Sudirman, Kota Tangerang. Mall ini sebenernya ngga terlalu gede jika dibanding Alam Sutra atau Supermall Karawaci tapi lebih ramai dibanding Icon Walk yang ada di Cimone. Tangcity jadi mall yang cukup ramai karena akses transportasi yang sangat luas. Dari berbagai daerah, mall ini bisa didatengin. Ngga kayak mall-mall yang ada di sekitaran Serpong yang angkot aja sulit. ehe.

Ada yang bilang, mall itu adalah one stop shopping. Tapi, selain shopping-nya, mall juga jadi tempat alternatif buat makan. Bisnis food and beverage, atau bisa kita sebut sebagai kuliner, juga menjadi bisnis yang cukup menjamur di sebuah mall. Biasanya, sebuah mall akan memusatkan kawasan kulinernya sehingga pengunjung mall bisa memilih makanan atau minuman yang ingin disantap.

Namun, kita ga menutup mata kalo kawasan di sekitar mall juga bisa jadi ada kawasan kuliner yang affordable dengan kantong orang kebanyakan. Bahasa gampangnya mah, murah.

Dibanding mall-mall yang ada di Tangerang, area Tangcity Mall juga punya beragam makanan pinggir jalan atau kaki lima yang lumayan ramai karena murah. IYA, KARENA MURAH.

Jadi, inilah beberapa makanan enak menurut @makansemaunya di sekitaran Tangcity Mall!


1. Sarapan NASI UDUK
Pake gorengan guys jangan lupa!
Nasi uduk jadi salah satu andalan menu sarapan orang Indonesia. Kalian juga bisa nyarap nasi uduk di sekitaran Tangcit lho.

Buat kalian yang nunggu transjakarta ke arah ibukota, pasti sudah ngga asing sama gerobak nasi uduk ini. Yang jualan seorang nenek dan ga cuma nasi uduk yang dia jual, tapi juga nasi kuning.

Lauknya emang sedikit dibanding nasi uduk atau nasi rames lainnya. Yang bikin spesial adalah harganya yang murah banget. Sebagai informasi, dan mungkin kalian udah tau juga, nasi uduk itu selalu pake side dish semacam bihun dan orek tempe. Jadi, tanpa gorengan dan tahu sambel kayak yang ini pun, kalian juga udah bisa kenyang.





2. Brunch di CARREFOUR TRANSMART
Terongnya juara!
Buat kalian yang lupa sarapan, bisa tungguin Tangcity Mall buka dan sempetin mampir di Carrefour-nya. Di sana, kalian bakal ketemu sama food stall yang nyediain makanan kayak yang gue makan ini.

Kesan pertama gue tentang makanan ini adalah ENAK TERNYATA! Gue skeptis sama makanan supermarket begini padahal.

Emang sedikit mahal, tapi rasanya boleh diadu!



3. Makan siang pake GADO-GADO Es Teler 77
Salah satu gado-gado restoran terenak yang gue makan!
Apa yang biasa kalian makan kalo ke Es Teler 77? Bakso? Paket nasi ayamnya? Ya standarnya mungkin pesen es telernya? Nah, ternyata, gado-gado punya gerai Es Teler 77 ini juga ngga kalah enak lho!

Porsi banyak, bumbu kacangnya enak, sayurannya juga masih fresh! Wah cocok banget deh buat makan siang kamu.





4. Nikmatin sore sambil makan KETOPRAK
Cahaya ilahi menyinari sepiring kebahagiaan!
Sungguhan deh enaknya!

Pertama kali makan ini karena bingung mau makan yang murah tapi bikin kenyang. Maklum, waktu itu masih sore sekitar jam 4 dan posisinya gue ngga mau makan malem. Itung-itung diet dan ngirit.

Yang bikin inget terus dari ketoprak ini adalah rasa dan porsinya. Bumbu kacangnya lembut. Plus, kecap manis SH yang rasa khasnya beda sama kecap-kecap di pasaran. Masalah porsi mah jangan ditanya. Buanyak buuanget. Mungkin karena gue pelanggan terakhir yang dilayanin yaa jadinya porsinya dilebihin. Tapi, hari lain gue makan di sini tetep porsinya banyak! Apalagi, krupuknya refill sedunia fana! NO DEBAT! :D

Lokasinya ada di sebrang Tangcity Mall lobi Sudirman. Persisnya di sekitaran Pizza Hut.


5. Makan malem pake SOTO AYAM
Sotone' suuegeer rek!
Disclaimer dulu kalo foto ini diambil sebelum jam matahari tenggelam, jadinya masih terang dan cukup oke.

Awal ke sini gara-gara ketoprak yang biasa gue makan itu tutup. Tapi, emang kalo soal rasa itu ga bisa diprediksi! Kuah sotonya enak! Bukan soto abal-abal. Kalian bisa pesen nasinya dicampur atau dipisah kayak gue gini.

Bikin perut tentram deh!


So, itulah beberapa makanan yang gue coba di sekitaran Tangcity. Masih ada bagian yang belum sempet gue jelajahi, kayak area food courtnya dan street food yang ada di sekitaran lobi Perintis. Buat kalian #SobatMakan yang request untuk gue cobain makanan apapun, bisa komen di kolom komen di postingan ini atau DM ke instagram @makansemaunya yaaa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarkom-Jarkoman (bag. 1)

Pekerjaan paling ribet untuk gue saat ini adalah ketika gue harus kasih kabar ke temen-temen sekelas kalo ada info penting, yang terkadang mendadak juga. Let’s say it with “JARKOM”. Awal-awal jadi ketua kelas, gue bingung istilah untuk frase “kasih tau yang lain yaa ;)” itu apa. Dan ketemulah gue dengan kata ini ==> JARKOM. JARKOM alias JARingan KOMunikasi(?) inilah awal hidup gue yang baru. *lho koq baru geh?* (geh=aksen orang Serang, artinya kayak sih atau masa , tergantung konteks). Kenapa jadi bahas geh-geh’an geh(?) Dari jarkom-jarkoman ini, gue ngerti bahwa manusia di dunia ini berbeda-beda dan unik. Gak usah dunia deh, sepropinsi aja udah beda-beda. Gue lahir dan tinggal di Kota Tangerang. Walau nih kota masuk propinsi Banten, tapi masalah budaya cenderung mirip Betawi. Gue gak bilang kalo Tangerang itu bagian suku Betawi atau Sunda atau Banten atau Amerika *plaak* tapi kalo diliat-liat ya emang beda sama kota/kabupaten lain di Banten. Itulah sebabnya, gue ...

Indah Pada Waktunya (bag.1)

*Cerita fiksi, tapi ada kesamaan nama dan peristiwa yg gue sengaja. Terinspirasi dari kehidupan gue. Indah Pada Waktunya Minggu, 23 Desember 2012 Hari ini 23 Desember 2012. Seperti biasa, aku pergi ke Gereja untuk mengikuti Misa, kata yang layak digunakan umat Katolik menyebut “ibadah”. Tepat di deretan bangku ketiga dari belakang, ia duduk. Ya, yang ku maksud adalah seorang wanita yang aku kagumi. Dialah alasan mengapa aku lebih dan selalu memilih pergi pada jam sembilan pagi. Cantik dengan senyum yang indah dan selalu datang sendiri. Itulah yang menjadi “misteri” bagiku. Entahlah. Toh , aku ikut Misa karena Tuhan dan bukan dia. Deretan depan sampai tengah sudah terisi penuh. Maklum, itu adalah dua hari menjelang Natal. Jadi, orang lebih antusias datang. Ya sudah. Aku lalu duduk di deretan ketiga dari belakang dan kebetulan, duduk di samping kirinya. “Permisi,” kataku pelan. Ia hanya tersenyum padaku. Seketika, jadi salah tingkah karenanya. Kulanjutkan berdoa sebenta...

Another Stories (1)

Aduh Aing   *this text is inspired by one of my friend* Pernah suatu kali, dosen gue bilang kalo kita pusing gegara cuma mikirin tugas dan gak sesegera mungkin ngerjain itu. Ya. Gue ulang ya. CUMA DIPIKIR DOANG. Serajin-rajinnya seorang mahasiswa, gue rasa tugas gak akan berhenti mengalir deh. Terus ngalir kayak air kali bebas hambatan gitu(?) Entah ini terjadi di mahasiswa jurusan lain atau tidak ya, yang jelas, signature dari anak biologi di kampus gue tuh adalah ngerjain tugas dimanapun dan kapanpun. Seriously . Deket rektorat, di kosan temen, di rumah, sampai di kelas. Pagi, siang, sore, malem, dinihari, subuh, dan seterusnya. Kayak bagan alir rutinitas yang kayaknya begitu-begitu aja. Ini gak akan kami lakukan ketika UAS dan liburan UAS-nya ya. Ah, gak juga sih. Rerata, menjelang sampai setelah UAS masih ada tugas koq. -__- Seperti yang gue tulis setelah judul, postingan ini terinspirasi dari salah satu temen gue yang...nggg.... Apa ya gue bilangnya tuh?...