Langsung ke konten utama

SINI, BIAR GUE YANG TULISIN!! (#iklan #promosiakunsendiri)

Selain hobi makan, gue juga suka nulis. Nuangin ide atau pendapat gue lewat tulisan. Terciptanya blog ini juga sebagai bukti kalo gue emang suka nulis. Macem-macem yang udah gue tulis di blog ini. Dari cerpen, curhatan, sampe yang terbaru tentang kulineran.

Ketertarikan gue dengan dunia nulis-nulis ini juga bertambah sejak gue kuliah. Sebenernya sih, ini juga karena gue harus nulis. Nulis laporan praktikum dengan tulis tangan turut menyumbangkan kemampuan gue. Tidak hanya tentang cara nyusun kalimat biar nyambung, tapi juga tentang cara nulis laporan praktikum hanya dalam waktu semalaman padahal yang ditulis berlembar-lembar. 

Iya. Bener. DITULIS TANGAN. wk

Skripsi juga mengasah kemampuan gue nulis. Banyak lah. Biar ga kepo, bisa baca tulisan gue tentang gimana cara gue skripsian dulu di #PERMENeps2 ya.

Kerjaan tulis-menulis juga cukup berkembang pesat. Content writer, copy writer, editor, dan sejenisnya itu perlu banget kemampuan nulis yang bagus.

MAKA DARIPADA ITU..

TIDAK USAH BERLAMA-LAMA..

TIDAK USAH BASA-BASI LAGI..

GUE PERSEMBAHKAN...

.
.
.


FOLLOW IG @tulisin.id SEKARANG!

@tulisin.id adalah sebuah platform bisnis yang coba gue rintis di instagram. Platform ini menawarkan jasa penulisan APAPUN yang pastinya HALAL. Ngga ada tuh disuruh bikinin skripsi, tugas kuliah/sekolah, atau bikin tulisan-tulisan provokator/hate speech.

Apa aja sih yang bakal dikerjain sama si @tulisin.id ini?

1. Penulisan caption instagram, whatsapp status, facebook, atau tweet di twitter.
2. Bikin kutipan/quote.
3. Cek/review penulisan tugas/draft skripsi.
4. Terjemahin dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dan sebaliknya.
5. Ide cerita untuk cerpen/novel/teater.

Jadi, yang mau gue bantu, bisa cek dan DM ke instagram @tulisin.id SEGERA!! Kalo bisa, SEKARANG! #maksa

Thank you!
Ga perlu pake mikir deh! Sini! #BiarGueYangTulisin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarkom-Jarkoman (bag. 1)

Pekerjaan paling ribet untuk gue saat ini adalah ketika gue harus kasih kabar ke temen-temen sekelas kalo ada info penting, yang terkadang mendadak juga. Let’s say it with “JARKOM”. Awal-awal jadi ketua kelas, gue bingung istilah untuk frase “kasih tau yang lain yaa ;)” itu apa. Dan ketemulah gue dengan kata ini ==> JARKOM. JARKOM alias JARingan KOMunikasi(?) inilah awal hidup gue yang baru. *lho koq baru geh?* (geh=aksen orang Serang, artinya kayak sih atau masa , tergantung konteks). Kenapa jadi bahas geh-geh’an geh(?) Dari jarkom-jarkoman ini, gue ngerti bahwa manusia di dunia ini berbeda-beda dan unik. Gak usah dunia deh, sepropinsi aja udah beda-beda. Gue lahir dan tinggal di Kota Tangerang. Walau nih kota masuk propinsi Banten, tapi masalah budaya cenderung mirip Betawi. Gue gak bilang kalo Tangerang itu bagian suku Betawi atau Sunda atau Banten atau Amerika *plaak* tapi kalo diliat-liat ya emang beda sama kota/kabupaten lain di Banten. Itulah sebabnya, gue ...

Indah Pada Waktunya (bag.1)

*Cerita fiksi, tapi ada kesamaan nama dan peristiwa yg gue sengaja. Terinspirasi dari kehidupan gue. Indah Pada Waktunya Minggu, 23 Desember 2012 Hari ini 23 Desember 2012. Seperti biasa, aku pergi ke Gereja untuk mengikuti Misa, kata yang layak digunakan umat Katolik menyebut “ibadah”. Tepat di deretan bangku ketiga dari belakang, ia duduk. Ya, yang ku maksud adalah seorang wanita yang aku kagumi. Dialah alasan mengapa aku lebih dan selalu memilih pergi pada jam sembilan pagi. Cantik dengan senyum yang indah dan selalu datang sendiri. Itulah yang menjadi “misteri” bagiku. Entahlah. Toh , aku ikut Misa karena Tuhan dan bukan dia. Deretan depan sampai tengah sudah terisi penuh. Maklum, itu adalah dua hari menjelang Natal. Jadi, orang lebih antusias datang. Ya sudah. Aku lalu duduk di deretan ketiga dari belakang dan kebetulan, duduk di samping kirinya. “Permisi,” kataku pelan. Ia hanya tersenyum padaku. Seketika, jadi salah tingkah karenanya. Kulanjutkan berdoa sebenta...

Another Stories (1)

Aduh Aing   *this text is inspired by one of my friend* Pernah suatu kali, dosen gue bilang kalo kita pusing gegara cuma mikirin tugas dan gak sesegera mungkin ngerjain itu. Ya. Gue ulang ya. CUMA DIPIKIR DOANG. Serajin-rajinnya seorang mahasiswa, gue rasa tugas gak akan berhenti mengalir deh. Terus ngalir kayak air kali bebas hambatan gitu(?) Entah ini terjadi di mahasiswa jurusan lain atau tidak ya, yang jelas, signature dari anak biologi di kampus gue tuh adalah ngerjain tugas dimanapun dan kapanpun. Seriously . Deket rektorat, di kosan temen, di rumah, sampai di kelas. Pagi, siang, sore, malem, dinihari, subuh, dan seterusnya. Kayak bagan alir rutinitas yang kayaknya begitu-begitu aja. Ini gak akan kami lakukan ketika UAS dan liburan UAS-nya ya. Ah, gak juga sih. Rerata, menjelang sampai setelah UAS masih ada tugas koq. -__- Seperti yang gue tulis setelah judul, postingan ini terinspirasi dari salah satu temen gue yang...nggg.... Apa ya gue bilangnya tuh?...