Langsung ke konten utama

KERAMAT! DOA ITU SUNGGUH MUJARAB! #MINTeps1

Beginilah firman Tuhan:
"Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!
Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!"

Yeremia 17: 5 dan 7


Widih! Jadi blog rohani lu sekarang??
Itu kata netizen ketika baca postingan ini.

Ngga kok. Tenang aja. Tapi, sesekali bolehlah bikin postingan rohani kayak gini. hehe.

Disclaimer juga. Buat temen-temen nonkristiani yang kurang nyaman dengan postingan ini, bisa skip aja. Kalo yang nyaman-nyaman aja, monggo lanjut baca.


Inilah dia konten rohani pertama gue.
MUKJIZAT ITU NYATA
#MINT
Episode 1
DOA ITU SUNGGUH MUJARAB!


Buat gue, doa itu sesuatu yang indah, yang agung, yang luhur, tapi di saat yang bersamaan merupakan sarana kita ngobrol dengan sesuatu yang nonbendawi, yakni Tuhan. Ada istilah populer, "ucapan adalah doa" yang menurut gue adalah benar. Sesuatu yang datang dari perkataan baik, maka akan memunculkan hal-hal baik yang mengikutinya juga. Amin?


Semasa ngekos dulu, ada ritual yang biasa gue lakuin sebelum pergi ninggalin kosan dan pergi ke kampus. Gue berdiri depan pintu, bikin tanda salib, lalu mengucapkan ini, "Tuhan, berkati aku hari ini agar apa yang akan aku lakukan dapat berjalan dengan lancar. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin", bikin tanda salib lagi, lalu pergi dari kosan. Berulang-ulang gue lakuin itu ketika sebelum ninggalin kosan. Kalaupun gue lagi buru-buru, gue akan selalu bikin tanda salib sebelum ninggalin kosan.

Sampai saat ini, gue yakin dan percaya bahwa apapun yang kita ucapkan dan atau lakukan akan berimbas cepat atau lambat, langsung saat itu ataupun tidak langsung. Suatu saat, gue pernah merasa terpuruk banget. Kosong dan gabut yang beneran gabut. Trus, gue mikir kalo gue begitu karena beberapa hari yang lalu gue lakuin dosa. Gue baru sadar itu dosa ketika beberapa hari setelahnya. See?


Contoh yang lebih riil deh.

Waktu itu adalah pekan UAS. Gue waktu itu semester 7 dan tentunya mata kuliah yang gue ikutin cuma satu. Anak bio untirta tau banget deh ini, apalagi yang sekelas sama gue. wkwk.
Let say si UAS itu hari Kamis ya. Di hari Rabu malemnya, gue menyepelekan esok hari. Gue belajar (baca doang maksudnya) dari jam 8 sampe jam 9an lah kurang lebih. Setelahnya, gue buka-buka Line, Twitter, Facebook. Terus lanjut nonton Hooq dan ngabisin dua film kalo ga salah. Ngga kerasa, udah jam 12 malem. Gue ngga bisa tidur. Buka-buka Youtube lah gue dan akhirnya gue lanjutin nonton video-video makan sampe jam 2 malem. Betul sekali. JAM DUA MALEM! 

Tidurlah gue dan bangun jam 9an. Sudah tentu dong gue telat?! Seumur-umur gue kuliah, gue baru kali itu telat dan pas lagi UAS! Waah, panik gue. Gue ngga mandi, cuci muka gemeteran, jalan cepet biar nyampe kelas, dan bener aja dong kalo UAS nya udah kelar. Puji Tuhan, dosen gue sungguhlah baik dan membolehkan gue buat susulan UAS di lab. Dan, Puji Tuhan lagi, itu soal GAMPANG! Semua materi yang ada di situ gue baca malemnya.

Setelah gue lewatin itu semua, gue merenung. Kok Tuhan masih baik sama gue ya? Keren banget weh! Begitu nistanya gue yang ninggalin Dia, terlena dengan dunia gitu loh, eh malah dibikin manis akhirnya. Merinding gue! Ngga habis pikir kan? Kok bisa siih? Teori gue selama ini bilang kalo kebetulan itu ya karena kebetulan aja. There's nothing special with that. 
Setelah kejadian itu, gue meyakini kalo KEBETULAN ADALAH CARA TUHAN JAWAB DOA KITA YANG SERING KITA DOAIN ATAU BAHKAN DOA YANG SUDAH LAMA BANGET KITA UCAPKAN!


Hal lain adalah ketika gue skripsian. Temen-temen deket gue tau lah gimana gue skripsian. Lika-liku dan sebagainya yang ngga mulus. Puncaknya adalah ketika gue mau sidang. Ngga tau kenapa ya, keragu-raguan gue ngga ada sama sekali. Ngga ada tegang-tegangnya! Fyi, setau gue yaa, gue adalah satu-satunya mahasiswa di jurusan gue yang lakuin sidang skripsi SEORANG DIRI alias sendirian. Seharusnya, gue tegang banget dong. Di ruang sidang, gue sidang kayak lagi bimbingan! Nyantai abis! Pertanyaan dosen bisa gue jawab dengan mudah. Saling sharing malah jatohnya! Wah, keren sih gue! wkwk.

Tanpa sadar, setelah itu, gue renungi kejadian gue sidang itu. Gue mikir kalo kayaknya selain karena doa gue, gue bisa begitu karena restu dan doa nyokap! Beneran deh. Beliau itu sangat sangat sangat care sama gue. Sangat khawatir dengan gue dan terus doa buat gue. 


Dua kejadian tadi adalah dua dari banyak KEAJAIBAN yang gue alami di hidup gue. Keajaiban yang datang dari Tuhan dan bersumber dari orang-orang terdekat kita yang tulus mendoakan kita. Yeremia 17 ayat 5 dan 7 di awal postingan ini adalah buktinya. Bukti, kalo Tuhan sendirilah yang ingin kita yakin denganNya dan yakin dengan bantuan orang. Kadang, kita mikir kalo kita bisa sendiri. Kita adalah power of ourself, kita kuat ya karena diri kita kuat. Tuhan ternyata bertindak di sana. Tuhan dengan caraNya membuat umatnya lancar kerjaannya. Tuhan dengan caraNya membuat umatnya sehat dan tidak pernah sakit. Tuhan dengan caraNya membuat umatnya sejahtera dan punya harta yang mumpuni.

Gimana cara kita tau kalo Tuhan ada di hidup kita? YA DOA DOOONG!!

Kalo udah doa? YA USAHA LAAAH!!

Makanya, orang-orang terdekat kita bisa jadi saluran berkat dari Dia. Orang tua lu, sodara-sodara lu, sahabat-sahabat lu, driver ojek online lu, atau bahkan kang bubur ayam yang lu beli tadi pagi. Mereka semua bisa banget jadi saluran berkat. Ibu juga gue yakini sebagai orang yang paling ampuh saluran berkatnya. Sosok ibu dalam Alkitab adalah Bunda Maria. Bunda Maria adalah sosok ibu yang sungguh mulia dan sangat perhatian pada anaknya, Yesus. Injil menuliskan kalo Bunda Maria dan anaknya yakni Yesus, dateng ke sebuah pesta perkawinan di Kana. Kalo lu inget, mukjizat Yesus yang terjadi atas perantara BundaNya. Bunda Maria nyuruh pelayan-pelayan pesta buat ikutin aja kata-kata Yesus. Dan, VOILA! MIRACLE'S HAPPEN!


"Kalau kau sayang pada pacarmu, lebih sayanglah pada ibumu."
Keramat - Rhoma Irama

Jadi, sudahkah kamu doa hari ini? Sudahkah kamu mulai hari ini dengan membahagiakan orang tuamu? Sudahkah kamu cuddle-cuddle ibumu? Yuk, lakuin selagi bisa!


IG: @katolikmedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarkom-Jarkoman (bag. 1)

Pekerjaan paling ribet untuk gue saat ini adalah ketika gue harus kasih kabar ke temen-temen sekelas kalo ada info penting, yang terkadang mendadak juga. Let’s say it with “JARKOM”. Awal-awal jadi ketua kelas, gue bingung istilah untuk frase “kasih tau yang lain yaa ;)” itu apa. Dan ketemulah gue dengan kata ini ==> JARKOM. JARKOM alias JARingan KOMunikasi(?) inilah awal hidup gue yang baru. *lho koq baru geh?* (geh=aksen orang Serang, artinya kayak sih atau masa , tergantung konteks). Kenapa jadi bahas geh-geh’an geh(?) Dari jarkom-jarkoman ini, gue ngerti bahwa manusia di dunia ini berbeda-beda dan unik. Gak usah dunia deh, sepropinsi aja udah beda-beda. Gue lahir dan tinggal di Kota Tangerang. Walau nih kota masuk propinsi Banten, tapi masalah budaya cenderung mirip Betawi. Gue gak bilang kalo Tangerang itu bagian suku Betawi atau Sunda atau Banten atau Amerika *plaak* tapi kalo diliat-liat ya emang beda sama kota/kabupaten lain di Banten. Itulah sebabnya, gue ...

Indah Pada Waktunya (bag.1)

*Cerita fiksi, tapi ada kesamaan nama dan peristiwa yg gue sengaja. Terinspirasi dari kehidupan gue. Indah Pada Waktunya Minggu, 23 Desember 2012 Hari ini 23 Desember 2012. Seperti biasa, aku pergi ke Gereja untuk mengikuti Misa, kata yang layak digunakan umat Katolik menyebut “ibadah”. Tepat di deretan bangku ketiga dari belakang, ia duduk. Ya, yang ku maksud adalah seorang wanita yang aku kagumi. Dialah alasan mengapa aku lebih dan selalu memilih pergi pada jam sembilan pagi. Cantik dengan senyum yang indah dan selalu datang sendiri. Itulah yang menjadi “misteri” bagiku. Entahlah. Toh , aku ikut Misa karena Tuhan dan bukan dia. Deretan depan sampai tengah sudah terisi penuh. Maklum, itu adalah dua hari menjelang Natal. Jadi, orang lebih antusias datang. Ya sudah. Aku lalu duduk di deretan ketiga dari belakang dan kebetulan, duduk di samping kirinya. “Permisi,” kataku pelan. Ia hanya tersenyum padaku. Seketika, jadi salah tingkah karenanya. Kulanjutkan berdoa sebenta...

MAKANSEMAUNYA REWIND 2020! THANK YOU 140++ FOLLOWERS!

Tanggal 31 Desember 2020 kali ini tidak lengkap rasanya kalau gue ga coba bahas timeline gue tahun ini. Khususnya timeline IG kuliner gue yaitu @makansemaunya . Akun yang gue rintis dari November 2018 hingga sekarang ini udah memiliki 140++ pengikut, baik yang kenal ataupun ngga sama gue di real life. Dengan jumlah postingan lebih dari 60 di tahun 2020, akun kuliner ini sudah memberikan setidaknya perasaan lapar pada pengikutnya di tengah malam. Juga, sudah memberikan info tempat makan yang tentunya dijamin enak. Berikut akan gue kasih beberapa kuliner yang memorable untuk gue selama satu tahun ini. Enjoy! 1. Makanan awal tahun Salah satu kuliner di event @indonesiacareer pada bulan Januari 2020. Waktu itu memang gue sengaja datang ke Gedung Smesco Jakarta untuk ikut event jobfair gitu. Sayang banget dong kalo di sana cuma naroh "amplop coklat"? Nah, makanan ini adalah salah satu comfort food di sana. Nasi dengan beragam lauk ala warteg gitu. Selain yang gue makan ini, masih...