Langsung ke konten utama

Postingan

Jika Kamu Menjadi "Latah"

Dari judulnya aja, lo semua tau apa yang akan gue bicara'in di sini. Betul, LATAH! Nyebutin lima huruf itu jadi satu kata sih gampang, tapi yang menderita akan capek minta ampun! Hari ini adalah puncaknya gue latah. Selama 16 tahun gue hidup, baru dua kali gue begini. Pertama, pas kelas 10, dan yang kedua pas di sekolah tadi. Sampe sekarang, gue jarang banget nemuin bahasan tentang latah. Kalo buat gue, latah itu adalah penyakit asli orang Indonesia. Kenapa? Karena orang bule susah (dan gak mungkin) bisa latah. Coba aja lo bayangin bule latah, masa' nyebut-nyebut ayam gitu?! (chicken..chicken..) Trus lagi, 95% orang latah adalah orang gemuk. Liat aja pelawak-pelawak terkenal yang latah. Sisanya, adalah orang Betawi dan emak-emak kampung. Di TV banyak yang latah, sebut aja Mpok Atiek, Ruben, Olga, (Alm.) Ade Namnung, Parto dan masih banyak lagi. Dan gue juga pernah denger tentang cafe yang semua pelayannya latah. Comedy Cafe kalo gak salah. Bener gak gue? Seandainya...

Indah Pada Waktunya (bag. 2)

Di sini pake gue pake "chapter-chapter" gitu. Ada dua chapter yang akan gue tampilin dari lanjutan cerbung pertama. Chapter 2: Kembali ke Realita Rabu, 8 Februari 2012 Hari ini, tepat 16 tahun teman baik ku, Ahmad, berulang tahun. Namun, hari ini juga sudah ku tunggu dari kemarin. Aku sudah merencanakan akan mengatakan cinta pada seorang wanita. Namanya, Putri. Sudah delapan bulan aku berteman dengannya dan aku rasa, aku punya perasaan lain padanya. Di kantin, saat Ahmad mentraktir aku dan teman se- geng -nya makan, aku sudah berpikir matang untuk melakukannya. Di saat yang lainnya sedang memesan makanan, aku mengajak Putri menjauhkan diri dari keramaian. “Put, mungkin kamu kaget atau heran dengan ku sebentar lagi. Tapi, janji dulu kalau kamu tak akan marah atau menjauhi ku nantinya. Ya?” “Hmm, iya. Tak akan. Ada apa memang?” “Aku suka dan cinta sama kamu. Pertama kali kenal dan menjadi sahabat mu, aku sudah kagum pada diri mu. Aku mau kamu jadi pacar ku. A...

Ampun Qaqa!!

Tulisan ini gue buat atas dasar kombinasi-kombinasi hal dan peristiwa yang gue denger beberapa hari ini. Dimulai dengan bahasa twitter yang sekarang makin amburadul kagak jelasnya! Mungkin buat lo dan gue yang masih muda dan anak sekolahan sering liat bahasa twitter yang asing. Kayak "ciyus", "macacih", "cemungudh", dan lain-lain. Kita bahas satu-satu. CEMUNGUDH. Pertama kali gue denger kata ini dari lawakan OVJ, 'cause di twitter gue jarang yang pake kata ini. Mungkin ada, tapi gak banyak. Biasanya, kata itu selalu dibarengi dengan kata "EEAA QAQA". Artinya itu, "Semangat ya, kakak". Dan kadang-kadang, orang yang pake kata itu gak tau konteks pembicaraan sama sekali, tau-tau langsung nge-tweet gitu. MACACIH. Kata ini bisa beragam artinya. Bisa, "Makasih", "Masa sih?" atau "Maicih (nb: merk kripik)". Nah, temennya kedua kata di atas itu adalah CIYUS. Sumpah! Gue kagak ngerti awalnya ngeliat twe...