Langsung ke konten utama

Postingan

Relakan Saja...

Curhat lagi..curhat lagi... Beberapa hari ini banyak kejadian yang buat gue sadar, kalo hal-hal yang gue inginkan itu gak selamanya harus terpenuhi. Simpel aja contohnya. Misalnya aja tentang ulangan matematika gue kemaren. Gue udah belajar, berlatih ngerjain soal-soal, terus lagi udah coba ngerjain ulang soal yang pernah dinilai. Emang sih pas ulangan cuma ada 5 soal. Tapi, masalahnya adalah dari kelima soal itu yang gue yakin bener cuma satu nomer. Alhasil, gue dapet nilai jelek. Gak cuma gue, sekelas pun gak ada yang lolos KKM (nilainya 75). Hari sabtu kemaren, gue juga ulangan kimia. Hal yang sama telah gue lakukan. Belajar, ngerjain soal-soal plus nyari tambahan materi di buku lain. Untungnya, dari 35 soal PG, setengahnya bisa gue kerjain dengan ingatan gue yang seadanya. Mudah-mudahan kagak remed deh. Inti dari curhatan gue ini adalah sebagai berikut... Satu cewek ini sebenernya udah pernah suka sama gue dulu, tapi nolak gue karena beda iman. Belakangan ini, gue ...

Akhir yang Sungguh Indah (bag.3)

Akhirnya, gue bisa juga nge-post cerita bersambung gue lagi. Lama banget gue nyari waktu yang pas dan sekarang sudah saatnya. Diceritakan, tokoh "Arief" di tahun 2013. Bedanya, ini di dalam mimpinya. Mimpinya tentang sosok wanita itu terungkap di sini. Enjoy your time!  Chapter 3: Pembuktian Dimulai 21 Juli 2013 “Bagaimana sekolahmu, Sis? Minggu ini aku sibuk dengan tugas-tugas sekolah yang menumpuk. Jadi, aku selalu lupa menghubungimu,” ujarku pada Siska sebelum Misa hari Minggu dimulai. “Tak apa. Aku mengerti. Bagaimana dengan adikku? Apa dia bercerita yang tidak-tidak tentangku? Hahaha..” “Tidak. Dia hanya mengirim SMS untuk menanyakan peraturan dan kondisi sekolahku saja. Memangnya, Dian tidak pernah ngomongin aku?” “Dia hanya bercerita tentang dirimu yang katanya baik dan ramah, Rief.” Dian beda dua tahun dengan usia Siska. Mereka berdua punya sifat yang menurutku sama. Sama-sama dewasa dari umurnya sekarang. Mereka juga bijak di setiap penyeles...

Akhir yang Sungguh Indah (bag. 2)

Lanjutan cerita yang part 1. Simple dan mungkin agak bingungin. Gue tegaskan lagi kali ini, kalo cerita "Akhir yang Sungguh Indah" ini full rekaan. Cuma nama tokoh yang sedikit sama dari kenyataan. Tokoh Siska sendiri cuma rekaan doang. -_-v By the way, Selamat Hari Raya Idul Adha buat yang merayakan. (pas gue ngeposting ini, lagi libur Idul Adha) Chapter 2: Ku Temukan Artinya, Namun.... 30 Juni 2013 Hari ini, hari terakhir di pulau ini. Pulau Dewata. Nanti siang, aku dan rombongan sekolahku kembali pulang ke Tangerang. Aku bermimpi tadi malam. Mimpi yang sama dengan mimpi ketika aku ingin menjadi kekasih Siska. Seorang gadis yang cantik menghampiriku lalu bilang, “Kalau kamu mau menemukan cinta sejatimu, ubahlah dirimu.” Mimpi itu lagi-lagi membayangiku. Di dalam kamar hotel, sambil mengemaskan pakaian, aku coba cerita pada Ahmad dan Irfan, teman soulmate ku. “Mad, Fan, aku bermimpi hal itu lagi.” “Mimpi yang pernah kau ceitakan dulu? Tentang sosok gadis m...