Langsung ke konten utama

Postingan

Akhir yang Sungguh Indah (bag. 5)

Kali ini, cerita gue masih ada kaitannya dengan bagian 4. Nah, judul kali ini "Merapikan Nestapa". Bersambung sampai bagian 3. Pokoknya, selama liburan kali ini, gue akan terbitin 2 atau 3 postingan. By the way, Selamat Hari Natal! Merry Christmas for all! Semoga kedatangan Tuhan Yesus ke dunia bisa membawa kedamaian buat semua orang.. Happy Holiday!! ^_^ Chapter 5: Merapikan Nestapa (1 st Part) “Hai!” teriak seorang wanita mirip Lisa. “Rif, kita ke sana yuk ?” ajak Lisa padaku menemui wanita tadi. “Ya sudah.” Batinku rasanya tepat. Dia, yang tadi menyapaku, adalah Lita. Dia mirip sekali dengan Lisa. Mereka tampak kembar. “Hai, Lis! Aku sudah lama menunggumu. Ini siapa?” tanya wanita itu sambil menunjuk diriku. “Kau masih ingat Arief? Teman kita dulu sewaktu SD? Nah, ini dia orangnya!” seru Lisa menjelaskan. “Ah! I see! Masih ingat aku?” “Lita, bukan?” “ That’s right! Kau masih sama seperti dulu ya? Hahaha..” “Bisa saja kau, Lit! Seharusnya...

Akhir yang Sungguh Indah (bag. 4)

Ini adalah lanjutan cerita gue. Kisah khayalan gue tentang pertemuan pacar masa kecil gue. Cerita ini menjadi awal cerita selanjutnya. Dan, mulai selanjutnya, gue akan fokus pada cerita-cerita gue.. Chapter 4: Bagian Kehidupan yang Lain 2 Januari 2015, 06.00 Aku memang terbiasa bangun pada jam seperti ini. Kebiasaan yang sudah dimulai dari SMP. Rasa kantukku masih sangat terasa. Mimpi tadi malam memang benar-benar luar biasa. Mimpi yang sangat nyata. Mimpi yang sangat berbekas padaku. Hari ini, aku ada jadwal kuliah. Aku baru saja mengikuti semester dua di fakultas Sastra Inggris. Memang, inilah yang aku harapkan dari dulu. Cita-citaku yang membuat aku sampai pada tahap ini. Aku bertekad, setelah lulus nanti, aku ingin bekerja di kedutaan yang ada di luar negeri. Aku pergi biasa menggunakan angkutan umum. Aku tak terbiasa pergi kuliah dengan mobilku. Menurutku, jika aku pergi dengan mobil, justru akan membuat Jakarta tambah macet. Dalam perjalanan di dalam bis kota, ...

Relakan Saja...

Curhat lagi..curhat lagi... Beberapa hari ini banyak kejadian yang buat gue sadar, kalo hal-hal yang gue inginkan itu gak selamanya harus terpenuhi. Simpel aja contohnya. Misalnya aja tentang ulangan matematika gue kemaren. Gue udah belajar, berlatih ngerjain soal-soal, terus lagi udah coba ngerjain ulang soal yang pernah dinilai. Emang sih pas ulangan cuma ada 5 soal. Tapi, masalahnya adalah dari kelima soal itu yang gue yakin bener cuma satu nomer. Alhasil, gue dapet nilai jelek. Gak cuma gue, sekelas pun gak ada yang lolos KKM (nilainya 75). Hari sabtu kemaren, gue juga ulangan kimia. Hal yang sama telah gue lakukan. Belajar, ngerjain soal-soal plus nyari tambahan materi di buku lain. Untungnya, dari 35 soal PG, setengahnya bisa gue kerjain dengan ingatan gue yang seadanya. Mudah-mudahan kagak remed deh. Inti dari curhatan gue ini adalah sebagai berikut... Satu cewek ini sebenernya udah pernah suka sama gue dulu, tapi nolak gue karena beda iman. Belakangan ini, gue ...