Langsung ke konten utama

Jarkom-Jarkoman (bag. 1)



Pekerjaan paling ribet untuk gue saat ini adalah ketika gue harus kasih kabar ke temen-temen sekelas kalo ada info penting, yang terkadang mendadak juga. Let’s say it with “JARKOM”. Awal-awal jadi ketua kelas, gue bingung istilah untuk frase “kasih tau yang lain yaa ;)” itu apa. Dan ketemulah gue dengan kata ini ==> JARKOM. JARKOM alias JARingan KOMunikasi(?) inilah awal hidup gue yang baru.

*lho koq baru geh?* (geh=aksen orang Serang, artinya kayak sih atau masa, tergantung konteks). Kenapa jadi bahas geh-geh’an geh(?)

Dari jarkom-jarkoman ini, gue ngerti bahwa manusia di dunia ini berbeda-beda dan unik. Gak usah dunia deh, sepropinsi aja udah beda-beda.

Gue lahir dan tinggal di Kota Tangerang. Walau nih kota masuk propinsi Banten, tapi masalah budaya cenderung mirip Betawi. Gue gak bilang kalo Tangerang itu bagian suku Betawi atau Sunda atau Banten atau Amerika *plaak* tapi kalo diliat-liat ya emang beda sama kota/kabupaten lain di Banten. Itulah sebabnya, gue ngalamin cultural shock alias gegar budaya (ciiaaeelaah, bahasanya bahasa anak Sosiologi nih! *wait* Gue kan anak Biologi? -_-)

Banyak hal-hal unik yang gue temui di Kota Serang, kota tempat gue menuntut ilmu sekarang. Salah satunya adalah tentang aksen bicara.

Seperti gue bilang di awal, aksen kental yang sering diucap orang asli Serang adalah “geh”. Jangan disamain kata “geh” dengan nama Ge Pamungkas yak. Aksen ini diucap untuk tambahan nada kalimat di akhirnya. Selain “geh” ada kata-kata lain yang baru gue temui di sini, semisal tah, cenah, dan lain-lain yang bisa kalian cari di mbah Google kalo mau nyari :v

First impression gue ketika dateng ke Serang adalah Sunda. Yap, gue kira orang-orang di sini full berbahasa Sunda. Eh ternyata mas bro! Bahasa asli Serang gak jauh-jauh dari bahasa Jawa. Yang bedain dengan bahasa Sunda cuma dilogat dan pelafalannya plus dicampur sama bahasa Sunda. Lucu sih jadinya. Kayak gue yang keturunan Jawa nikah sama orang Sunda punya anak namanya “Joko Sujoko” atau “Parni Syapitri”

By the way, karena udah mau nyampe satu halaman, besok gue lanjutin lagi ya masalah jarkom-jarkoman ini! Janji deh say. Besok kan gak ada UAS beib~~ haha :p

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indah Pada Waktunya (bag.1)

*Cerita fiksi, tapi ada kesamaan nama dan peristiwa yg gue sengaja. Terinspirasi dari kehidupan gue. Indah Pada Waktunya Minggu, 23 Desember 2012 Hari ini 23 Desember 2012. Seperti biasa, aku pergi ke Gereja untuk mengikuti Misa, kata yang layak digunakan umat Katolik menyebut “ibadah”. Tepat di deretan bangku ketiga dari belakang, ia duduk. Ya, yang ku maksud adalah seorang wanita yang aku kagumi. Dialah alasan mengapa aku lebih dan selalu memilih pergi pada jam sembilan pagi. Cantik dengan senyum yang indah dan selalu datang sendiri. Itulah yang menjadi “misteri” bagiku. Entahlah. Toh , aku ikut Misa karena Tuhan dan bukan dia. Deretan depan sampai tengah sudah terisi penuh. Maklum, itu adalah dua hari menjelang Natal. Jadi, orang lebih antusias datang. Ya sudah. Aku lalu duduk di deretan ketiga dari belakang dan kebetulan, duduk di samping kirinya. “Permisi,” kataku pelan. Ia hanya tersenyum padaku. Seketika, jadi salah tingkah karenanya. Kulanjutkan berdoa sebenta...

Another Stories (1)

Aduh Aing   *this text is inspired by one of my friend* Pernah suatu kali, dosen gue bilang kalo kita pusing gegara cuma mikirin tugas dan gak sesegera mungkin ngerjain itu. Ya. Gue ulang ya. CUMA DIPIKIR DOANG. Serajin-rajinnya seorang mahasiswa, gue rasa tugas gak akan berhenti mengalir deh. Terus ngalir kayak air kali bebas hambatan gitu(?) Entah ini terjadi di mahasiswa jurusan lain atau tidak ya, yang jelas, signature dari anak biologi di kampus gue tuh adalah ngerjain tugas dimanapun dan kapanpun. Seriously . Deket rektorat, di kosan temen, di rumah, sampai di kelas. Pagi, siang, sore, malem, dinihari, subuh, dan seterusnya. Kayak bagan alir rutinitas yang kayaknya begitu-begitu aja. Ini gak akan kami lakukan ketika UAS dan liburan UAS-nya ya. Ah, gak juga sih. Rerata, menjelang sampai setelah UAS masih ada tugas koq. -__- Seperti yang gue tulis setelah judul, postingan ini terinspirasi dari salah satu temen gue yang...nggg.... Apa ya gue bilangnya tuh?...