Langsung ke konten utama

Postingan

Indah Pada Waktunya (tamat)

Ini adalah cerita terakhir. Kali ini, ceritanya gue buat cepet tetapi ending-nya masih "gantung". Mudah-mudahan, gue akan sambung ceritanya dengan tema yang agak "santai" tapi tetep dengan gaya gue.  Chapter 6: Waktu Tuhan Indah Memang, Namun.... Minggu, 30 September 2012 Pagi tadi, aku mengigau. Rasa-rasanya aku memimpikan dia lagi. Bukan Siska yang selama ini aku incar sebagai pacarku, namun Putri. Di mimpiku itu, semuanya terasa nyata sekali. Aku duduk bersebelahan dengan Putri. Dekat sekali, bahkan badan kami pun terasa menyentuh satu sama lain. Kemudian, tanganku tak sengaja menyentuh tangan Putri. Entah siapa yang memulainya, tanganku langsung menggenggam tangan Putri dengan erat. Jari-jari kami erat menggenggam seperti orang ingin berdoa di agamaku. Apa yang terjadi denganku? Aku yang jarang bermimpi, kini bermimpi. Tidak sekedar mimpi biasa, namun memimpikan orang yang dulu aku cintai. Padahal, aku sudah berusaha melupakannya. Tapi, mengapa ak...

Indah Pada Waktunya (bag. 5)

Cerita yang akan gue tampilkan ini punya alur campuran. Menceritakan kisah dua orang wanita yang berbeda umur tapi sama pengalamannya. Ini dia.. Chapter 5: Maafkan Semuanya, Tuhan Senin, 24 September 2012 Aku bangun seperti biasa. Tepat pukul 05.45 pagi. Segera aku siapkan baju seragamku. Aku pun masuk kamar mandi dan mulai mandi. Pikiranku entah mengapa langsung tertuju pada ibu. Ya, ibu yang selalu sendiri di kamarnya ketika akhir pekan datang. Kasihan ibuku ini. Sejak aku lahir sampai saat ini, kejadian itu selalu terulang. Selesai mandi dan berpakaian seragam, aku lihat ibu sedang terdiam dalam doanya. Entah apa yang ia doakan. Aku ambil sepatu dan segera memakainya di sebelah ibu. “Ma, tadi doa ya? Doanya apa, Ma?” “Tidak yang macam-macam, Le . Mama cuma berdoa buat kamu, ayahmu dan juga kakakmu. Tapi, sepertinya Mama ada rencana menghabiskan masa tua Mama di Jogja saja. Bersamamu sambil kuliah di sana.” “Hah? Maksud Mama? Ayah sama Mbak bagaimana?” “Ya, itu...

Indah Pada Waktunya (bag. 4)

Ini sambungan cerita gue yang ke-4. Cukup panjang dan mungkin lebih ke realistis. Kejadiannya sama persis, hanya namanya yang gue ubah. B-) Chapter 5: Berubah 90 o Selasa, 18 September 2012 Tugas Fisika yang beberapa hari lalu kukerjakan ternyata kurang tepat. Pak Kardi bilang kalau perhitungan kelompok kami ada yang salah. Jadi, kami mengulangi pekerjaan itu lagi. Kali ini di rumahku. Wita dengan dibonceng Fajar, kemudian aku, Ratna, dan Yanti naik angkutan umum. Yang sampai duluan di rumahku adalah aku dan teman-temanku yang naik angkutan umum. “Aku ganti baju dulu ya?” izinku pada mereka berdua. Setelah berganti baju, aku menemui mereka lagi, duduk dan selanjutnya termenung. Aku masih ingat curhatan Ratna di rumah Fajar beberapa waktu sebelumnya. Aku berpikir, apa aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan Ratna? Aku tahu, kemungkinan itu sangat kecil. Sejenak aku berpikir tentang kans itu. Lamunanku buyar ketika motor Fajar masuk ke halaman rumahku. “Mana Wit...