Langsung ke konten utama

Postingan

New Season

Ibarat hewan pengerat yang ada di kartun (baca: Sandy Tupai di SpongeBob SquarePants ), gue ini baru bangun dari hibernasi gue yang luuuaaaaammaaa banget ._. Terakhir kali gue ngeposting di blog ini sekitaran bulan April yang lalu (cc: About NationalExams and Its Relationship with General Election ) dan itu mendapat respon yang bisa dibilang...dikit~ *mengheningkan cipta* Well , setelah ngilang begitu aja selama 7 bulanan belakangan, Rangga dan Cinta saling ketemu lewat aplikasi Lime (ngg.. anggep gak baca yang barusan). Maksud gue, setelah 7 bulan ini, akhirnya anak ini mau dilahirkan(?) *skip* Gue baru bisa update postingan di blog karena aktivitas gue yang sekarang sulit banget dapetin kesempatan nulis kayak gini. Gue akhirnya kuliah di Untirta. FYI aja, Untirta (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) ini satu-satunya universitas negeri di Banten. Btw juga, gue gak mau bahas something bad dari kampus ini ya. Yang pengen gue ceritain di sini adalah suasana belajar di...

About National Exams and Its Relationship with General Election

(Part 3, Sedikit Banyak tentang Pemilu | END) Hari ini, kita yang WNI dan sudah 17 tahun ke atas, merayakan pesta demokrasi terbesar di negara kita. Yap, PEMI LU . Lebih dari satu juta penduduk Indonesia memilih wakil rakyat yang akan duduk di dewan legislatif. Khusus di DPR ada 560 kursi yang diperebutkan oleh ribuan caleg. Beruntunglah gue, karena ini adalah Pemilu legislatif pertama gue. Di TPS tadi ada 4 surat suara yang gue coblos. DPR, DPD, DPRD Banten, dan DPRD Kota Tangerang. Khusus untuk DPD, semua calonnya independen alias non-partai. Dan untuk diketahui, Pemilu tahun ini adalah Pemilu ketiga selama masa reformasi. Ada 12 partai dan 3 partai lokal Aceh yang ikut sebagai peserta. Sedikit yang pengen gue kritisi adalah soal mekanisme atau lebih tepatnya sih prosesnya di tempatnya langsung. Mulai dari alat-alat yang digunakan deh. Umumnya sih udah bagus, satu yang gue heran yaitu kotak surat suaranya terbuat dari kardus. Lu tau sendiri kan, dana Pemilu (atau...

About National Exams and Its Relationship with General Election

(Part 2) UN buat gue itu kayak “malaikat pencabut nyawa”. UN itu hidup mati kita sebagai siswa. UN juga lah yang nentuin lu lulus atau gak. Per*setan dengan proses lu belajar di sekolah. Yang penting nilai UN lu tuh cukup dari 5,5. (nb: walau gak 100% dari UN) Motivasi yang salah itulah yang ngebuat kita-kita yang ikut UN, jadi nervous. Untuk kalian yang biasa dengan nervous dan dapat mengatasinya, UN ya kayak ulangan biasa aja. Kalian juga gak anggep ini ujian paling berat yang dikasih Tuhan selama lu hidup pastinya. Dan inilah yang seharusnya yang terjadi. UN ITU SAMA SEPERTI TES YANG DIBERIKAN GURU DI SEKOLAH. But, more than 75% students don’t think like that . Mereka ikut UN karena motivasi yang salah tadi. UN di pikiran mereka adalah tujuan utama mereka sekolah. Ini juga didukung sama lingkungan terdekat mereka. KELUARGA. Keluarga lah yang terkadang ingin anaknya lulus dengan nilai “perfect” dan tidak mau sekedar lulus. Karena hal tadi, siswa yang perfeksionis...