Langsung ke konten utama

Tipe-tipe Guru

Sebelum gue nge-post tulisan ini di blog, gue mau minta maaf sebelumnya sama semua guru yg ngebaca. -_-v Gak ada niatan buat nge-judge para guru koq. Cuma buat kritik doang..

Menurut gue, guru itu terdiri dari bermacam-macam tipe, seperti :
1. Guru baik dan enak diajak sharing.
    Tipe ini biasanya paling disenengin sama murid-muridnya. Terutama pas lagi ulangan umum atau sejenisnya. (tau 'kan maksud gue?)
2. Guru baik tapi banyak omong.
       Guru ini manis di awalnya doang. Pas perkenalan pertama emang baik, tapi setelah sebulan lebih, pasti lo bakal ngerasain yang gue sebut tadi. (maap ya, pak dan bu guru)
3. Guru galak, tapi gak selalu.
        Biasanya guru ini ngajar pelajaran IPS. Emang keras dan penuh disiplin, tapi kadang-kadang masih bisa diajak bercanda koq. Jadi selow aja yang punya guru kayak gini.
4. Guru killer plus susah diajak bercanda
        Wah, pasti kalian semua tau guru ini ngajar apa! Kalo yang nyebut ngajar BP/BK, lo semua bener. Yap, guru BP sering dipandang killer dan kalo mau ngobrol yang agak bercanda, pasti susah deh. (sekali lg, maaf..)
5. Guru yang sangat super baik dan sabarnya.
         Gue pernah punya guru kayak gini. Baiknya minta ampun. Kesel dan jengkel ditutupi sama ngasih tugas susah (?!) Dan kalo udah marah banget, sekelas gak akan berkutik!

Dari apa yang udah gue sebutin, ada yang baik, buruk ataupun keduanya. Jadi, gak semua guru galak atau killer. Kadang, mereka yang kayak gitu bisa buat lo terkenang slalu sama dia.. ^_^v hehehe..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarkom-Jarkoman (bag. 1)

Pekerjaan paling ribet untuk gue saat ini adalah ketika gue harus kasih kabar ke temen-temen sekelas kalo ada info penting, yang terkadang mendadak juga. Let’s say it with “JARKOM”. Awal-awal jadi ketua kelas, gue bingung istilah untuk frase “kasih tau yang lain yaa ;)” itu apa. Dan ketemulah gue dengan kata ini ==> JARKOM. JARKOM alias JARingan KOMunikasi(?) inilah awal hidup gue yang baru. *lho koq baru geh?* (geh=aksen orang Serang, artinya kayak sih atau masa , tergantung konteks). Kenapa jadi bahas geh-geh’an geh(?) Dari jarkom-jarkoman ini, gue ngerti bahwa manusia di dunia ini berbeda-beda dan unik. Gak usah dunia deh, sepropinsi aja udah beda-beda. Gue lahir dan tinggal di Kota Tangerang. Walau nih kota masuk propinsi Banten, tapi masalah budaya cenderung mirip Betawi. Gue gak bilang kalo Tangerang itu bagian suku Betawi atau Sunda atau Banten atau Amerika *plaak* tapi kalo diliat-liat ya emang beda sama kota/kabupaten lain di Banten. Itulah sebabnya, gue ...

TERKUAK! INI ISI PIKIRAN COWO! BADAN KEKAR, HATI AMBYAR!! hiya hiya hiya (#CILOKeps3)

Beberapa minggu yang lalu, gue minta saran dari followers gue di instagram tentang postingan apa yang harus gue buat. Ternyata, kebanyakan yang ngerespon adalah akun-akun random yang gue ngga tau apakah itu akun asli atau bukan. Waalaikumsalam. Maaf, ana tidak follow ente ya kak. *emot senyum* Tapi, di antara sekian banyaknya akun random, ada juga kok yang beneran ngasih ide untuk tema postingan gue. Salah satunya adalah follower gue yang kebetulan juga adalah salah satu sahabat gue (yang gue anggep iya, ngga tau kalo doi wk). Hmm.. Ide bagus! Gue rasa, dia ini tertarik dengan bahasan cinta-cintaan yang baru gue rilis dua episode. Episode kedua , gue rasa, lebih relate ke dia deh. wkwk. Di satu sisi, postingan itu ada di urutan kedua top 3 postingan gue di 30 hari ke belakang. Urutan pertama adalah postingan gue nge-review Minum cUi punya Nex Carlos dan urutan ketiga adalah #PERMEN tentang Social Distancing . Urutan kedua setelah MinumCui woy! Postingan tentang Soc...

Indah Pada Waktunya (bag.1)

*Cerita fiksi, tapi ada kesamaan nama dan peristiwa yg gue sengaja. Terinspirasi dari kehidupan gue. Indah Pada Waktunya Minggu, 23 Desember 2012 Hari ini 23 Desember 2012. Seperti biasa, aku pergi ke Gereja untuk mengikuti Misa, kata yang layak digunakan umat Katolik menyebut “ibadah”. Tepat di deretan bangku ketiga dari belakang, ia duduk. Ya, yang ku maksud adalah seorang wanita yang aku kagumi. Dialah alasan mengapa aku lebih dan selalu memilih pergi pada jam sembilan pagi. Cantik dengan senyum yang indah dan selalu datang sendiri. Itulah yang menjadi “misteri” bagiku. Entahlah. Toh , aku ikut Misa karena Tuhan dan bukan dia. Deretan depan sampai tengah sudah terisi penuh. Maklum, itu adalah dua hari menjelang Natal. Jadi, orang lebih antusias datang. Ya sudah. Aku lalu duduk di deretan ketiga dari belakang dan kebetulan, duduk di samping kirinya. “Permisi,” kataku pelan. Ia hanya tersenyum padaku. Seketika, jadi salah tingkah karenanya. Kulanjutkan berdoa sebenta...