Langsung ke konten utama

Kulo Lepat



Tau arti kata di atas? Itu kepanjangan dari kata KUPAT, ya kalo kita sih lebih sering denger KETUPAT, yang artinya “saya minta maaf”. Makanan ini identik banget sama hari Lebaran. Di hari ini, orang-orang saling minta maaf atas kesalahannya. Pake istilah, “Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.” Karena itu orang tua kita dulu (bahkan masih sampe sekarang), sering ngebawain ketupat plus temen-temennya pas ngunjungin tetangga.

Sedikit cerita. Enaknya jadi gue di hari Lebaran ini, gue dan keluarga dapet anteran ketupat dan kawan-kawannya dari tetangga deket. Malah beberapa tahun lalu, ada kenalan bapak gue dateng ke rumah sengaja buat nganter makanan.

Itu pertama. Lainnya? Banyak! Mau apa? Makanan? Duit? Baju? TIDAK! SEMUANYA SAAJAAA~~ lol

Beneran lho. Keluarga gue Bhineka Tunggal Ika banget. Kakak-kakak gue Muslim, dan mereka tentunya ngasih hal-hal tadi. Duit baru keluar dari bank dapet, baju baru dari pasar deket rumah juga dapet. Belom dari bapak gue karena dapet THR (Tunjangan Hari Raya). Bukan THR kerena gebetan ye?! (Tekanan Hati plus Rindu) *jayus* #plaak!

Satu hal dari keluarga gue yang unik (baca:aneh). Setiap hari raya suatu agama, pasti kita turut meriahkan. Natal? Kita masak besar karena banyak sodara yang dateng plus ke Gereja. Lebaran?? Kita ikutan beli ketupat dan masak opor. Imlek??! Emak gue bela-belain keliling pasar buat beli kue keranjang! Hanya satu hari raya yang gak mungkin gue dan keluarga rayain, NYEPI! Ya masa kita ngedekem di rumah seharian(?)

Mumpung masih suasana Lebaran, gue minta maaf sama elu semua yang udah ngebaca, ngedenger, dan ngintip blog gue ini. Kalo ada salah-salah kata yang gak berkenan di hati elu, gue minta maaf. Juga, kalo ada lawakan-lawakan jayus bin maksud tolong dimaafkan. Karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan YME, Andra and The Backbone, dan kamu yang telah membuat diriku sempurna.. *eeaaa!!!

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H.
Minal Aidzin Wal Faidzin-Mohon Maaf Lahir dan Batin
Arief Suhartono dan Keluarga #KeepSmile

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERKUAK! INI ISI PIKIRAN COWO! BADAN KEKAR, HATI AMBYAR!! hiya hiya hiya (#CILOKeps3)

Beberapa minggu yang lalu, gue minta saran dari followers gue di instagram tentang postingan apa yang harus gue buat. Ternyata, kebanyakan yang ngerespon adalah akun-akun random yang gue ngga tau apakah itu akun asli atau bukan. Waalaikumsalam. Maaf, ana tidak follow ente ya kak. *emot senyum* Tapi, di antara sekian banyaknya akun random, ada juga kok yang beneran ngasih ide untuk tema postingan gue. Salah satunya adalah follower gue yang kebetulan juga adalah salah satu sahabat gue (yang gue anggep iya, ngga tau kalo doi wk). Hmm.. Ide bagus! Gue rasa, dia ini tertarik dengan bahasan cinta-cintaan yang baru gue rilis dua episode. Episode kedua , gue rasa, lebih relate ke dia deh. wkwk. Di satu sisi, postingan itu ada di urutan kedua top 3 postingan gue di 30 hari ke belakang. Urutan pertama adalah postingan gue nge-review Minum cUi punya Nex Carlos dan urutan ketiga adalah #PERMEN tentang Social Distancing . Urutan kedua setelah MinumCui woy! Postingan tentang Soc...

Jarkom-Jarkoman (bag. 1)

Pekerjaan paling ribet untuk gue saat ini adalah ketika gue harus kasih kabar ke temen-temen sekelas kalo ada info penting, yang terkadang mendadak juga. Let’s say it with “JARKOM”. Awal-awal jadi ketua kelas, gue bingung istilah untuk frase “kasih tau yang lain yaa ;)” itu apa. Dan ketemulah gue dengan kata ini ==> JARKOM. JARKOM alias JARingan KOMunikasi(?) inilah awal hidup gue yang baru. *lho koq baru geh?* (geh=aksen orang Serang, artinya kayak sih atau masa , tergantung konteks). Kenapa jadi bahas geh-geh’an geh(?) Dari jarkom-jarkoman ini, gue ngerti bahwa manusia di dunia ini berbeda-beda dan unik. Gak usah dunia deh, sepropinsi aja udah beda-beda. Gue lahir dan tinggal di Kota Tangerang. Walau nih kota masuk propinsi Banten, tapi masalah budaya cenderung mirip Betawi. Gue gak bilang kalo Tangerang itu bagian suku Betawi atau Sunda atau Banten atau Amerika *plaak* tapi kalo diliat-liat ya emang beda sama kota/kabupaten lain di Banten. Itulah sebabnya, gue ...

Indah Pada Waktunya (bag.1)

*Cerita fiksi, tapi ada kesamaan nama dan peristiwa yg gue sengaja. Terinspirasi dari kehidupan gue. Indah Pada Waktunya Minggu, 23 Desember 2012 Hari ini 23 Desember 2012. Seperti biasa, aku pergi ke Gereja untuk mengikuti Misa, kata yang layak digunakan umat Katolik menyebut “ibadah”. Tepat di deretan bangku ketiga dari belakang, ia duduk. Ya, yang ku maksud adalah seorang wanita yang aku kagumi. Dialah alasan mengapa aku lebih dan selalu memilih pergi pada jam sembilan pagi. Cantik dengan senyum yang indah dan selalu datang sendiri. Itulah yang menjadi “misteri” bagiku. Entahlah. Toh , aku ikut Misa karena Tuhan dan bukan dia. Deretan depan sampai tengah sudah terisi penuh. Maklum, itu adalah dua hari menjelang Natal. Jadi, orang lebih antusias datang. Ya sudah. Aku lalu duduk di deretan ketiga dari belakang dan kebetulan, duduk di samping kirinya. “Permisi,” kataku pelan. Ia hanya tersenyum padaku. Seketika, jadi salah tingkah karenanya. Kulanjutkan berdoa sebenta...