Langsung ke konten utama

SELAMAT DATANG (KEMBALI)!

Hello, blog!

Gimana hari-hari lu tanpa gue? Laptop makin tua, gitu juga dengan usia gue. Dari yang awalnya cuma iseng bikin biar terkenal macam Raditya Dika sampe akhirnya jadi tempat tumbuh kembang aksara gue. Perubahan karakter tulisan, gaya bercerita, dan banyak perjalanan hidup gue yang ditulis di sini. Thanks yaa, my blog!

Jaman SMP, blog ini isinya cerita (yang katanya) pendek. Cerita-cerita imajinatif yang sedikit dimanipulasi dari kisah percintaan gue kala itu, yaa walaupun belum tentu bisa dibilang cinta siiih.

Jaman SMA, blog ini isinya masih sama. Cerita cinta yang kali ini dikemas dengan bahasa yang lebih tertata. Maklum, guru bahasa Indonesia gue saat itu sangat seneng ngajarin tata bahasa. 

Jaman kuliah, blog ini sudah berkembang jadi semacam tempat berbagi pengalaman sehari-hari. Praktikum beserta laporannya. Kuliah. Temen di kelas. Pokoknya lebih beragam deh.

Jaman skripsian sampe lulus nganggur, blog ini jadi tempat gue bikin konten. Karena gue ga mumpuni bikin video sedangkan banyak hal yang pengen gue omongin, jadilah blog ini berisikan banyak konten yang dituliskan. Review makanan, jalan-jalan, agama, fenomena sosial, dan tentu saja tema seribu satu umat, cinta. Hehehe..

Jaman dapet kerja, blog ini sempat terisi oleh postingan tentang pandemi. Pas gue nulis itu, ga ada pikiran tuh bakal selamaaaaaa ini si covid menguasai dunia. :(

Jejak digital. Istilah yang tepat untuk blog ini.

Jejak digital di blog ini selalu punya tempat di hati. Bisa bikin senyum! Senyum bangga karena gue sudah sejauh ini berkembang bersama laptop gue yang sama. Senyum geli karena gue pernah (dan kadang masih) alay.

Ga ada media sosial gue yang selanggeng blog. Facebook gue udah sangat berdebu. Mungkin ke sana cuma pas pengen tau info temen-temen yang ga terjangkau di media sosial lain. Twitter? Punya keunikannya sendiri pastinya. Jadi tempat sambat, berekspresi frontal, dan hal-hal lain yang ga bisa gue ungkapin di media sosial lainnya. Instagram? Awal-awal sih pengen punya personal branding yang oke, lama-lama juga cuma buat swipe story orang-orang aja.

Blog jadi sebuah platform unlimited buat gue. Apapun jenis tulisannya, kapanpun tulisan itu diunggah, dan siapapun yang gue jadikan bahan tulisan pastinya semua bersifat tak terbatas. Dari sekitar 2011 (3 SMP) sampai sekarang 2021, lu dan gue udah berbagi kisah di sini selama SEPULUH TAHUN! Kalo anak SD, blog plus laptop ini lagi kelas 4 atau 5 nih. GOKIL!

Mungkin di luar sana, di antah berantah, ada lu yang nunggu kapan blog ini update. Thank you yang sudah menunggu.

Untuk lu, kamu, Anda, yang mungkin baru lihat postingan ini, gue ucapkan selamat datang. Selamat membaca. Selamat kepo juga yaa. Boleh lho untuk discroll ke bawah atau klik archieves, biar bisa tau beragam tulisan yang pernah dibuat.


Berdoa aja biar gue rajin posting. Seminggu atau dua minggu sekali masih oke kali yaa?

Salam sehat dari aku pemakan hokben yang nasinya mesen dua. 

:D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jarkom-Jarkoman (bag. 1)

Pekerjaan paling ribet untuk gue saat ini adalah ketika gue harus kasih kabar ke temen-temen sekelas kalo ada info penting, yang terkadang mendadak juga. Let’s say it with “JARKOM”. Awal-awal jadi ketua kelas, gue bingung istilah untuk frase “kasih tau yang lain yaa ;)” itu apa. Dan ketemulah gue dengan kata ini ==> JARKOM. JARKOM alias JARingan KOMunikasi(?) inilah awal hidup gue yang baru. *lho koq baru geh?* (geh=aksen orang Serang, artinya kayak sih atau masa , tergantung konteks). Kenapa jadi bahas geh-geh’an geh(?) Dari jarkom-jarkoman ini, gue ngerti bahwa manusia di dunia ini berbeda-beda dan unik. Gak usah dunia deh, sepropinsi aja udah beda-beda. Gue lahir dan tinggal di Kota Tangerang. Walau nih kota masuk propinsi Banten, tapi masalah budaya cenderung mirip Betawi. Gue gak bilang kalo Tangerang itu bagian suku Betawi atau Sunda atau Banten atau Amerika *plaak* tapi kalo diliat-liat ya emang beda sama kota/kabupaten lain di Banten. Itulah sebabnya, gue ...

Indah Pada Waktunya (bag.1)

*Cerita fiksi, tapi ada kesamaan nama dan peristiwa yg gue sengaja. Terinspirasi dari kehidupan gue. Indah Pada Waktunya Minggu, 23 Desember 2012 Hari ini 23 Desember 2012. Seperti biasa, aku pergi ke Gereja untuk mengikuti Misa, kata yang layak digunakan umat Katolik menyebut “ibadah”. Tepat di deretan bangku ketiga dari belakang, ia duduk. Ya, yang ku maksud adalah seorang wanita yang aku kagumi. Dialah alasan mengapa aku lebih dan selalu memilih pergi pada jam sembilan pagi. Cantik dengan senyum yang indah dan selalu datang sendiri. Itulah yang menjadi “misteri” bagiku. Entahlah. Toh , aku ikut Misa karena Tuhan dan bukan dia. Deretan depan sampai tengah sudah terisi penuh. Maklum, itu adalah dua hari menjelang Natal. Jadi, orang lebih antusias datang. Ya sudah. Aku lalu duduk di deretan ketiga dari belakang dan kebetulan, duduk di samping kirinya. “Permisi,” kataku pelan. Ia hanya tersenyum padaku. Seketika, jadi salah tingkah karenanya. Kulanjutkan berdoa sebenta...

Another Stories (1)

Aduh Aing   *this text is inspired by one of my friend* Pernah suatu kali, dosen gue bilang kalo kita pusing gegara cuma mikirin tugas dan gak sesegera mungkin ngerjain itu. Ya. Gue ulang ya. CUMA DIPIKIR DOANG. Serajin-rajinnya seorang mahasiswa, gue rasa tugas gak akan berhenti mengalir deh. Terus ngalir kayak air kali bebas hambatan gitu(?) Entah ini terjadi di mahasiswa jurusan lain atau tidak ya, yang jelas, signature dari anak biologi di kampus gue tuh adalah ngerjain tugas dimanapun dan kapanpun. Seriously . Deket rektorat, di kosan temen, di rumah, sampai di kelas. Pagi, siang, sore, malem, dinihari, subuh, dan seterusnya. Kayak bagan alir rutinitas yang kayaknya begitu-begitu aja. Ini gak akan kami lakukan ketika UAS dan liburan UAS-nya ya. Ah, gak juga sih. Rerata, menjelang sampai setelah UAS masih ada tugas koq. -__- Seperti yang gue tulis setelah judul, postingan ini terinspirasi dari salah satu temen gue yang...nggg.... Apa ya gue bilangnya tuh?...